ABSTRAK LOKAKARYA NASIONAL

1. DIVERSIFIKASI PRODUK BERBASIS GAMBIR

Amri Bakhtiar- Pusat Studi Tumbuhan Obat – Unand

Gambir merupakan komoditi unggulan Sumatera Barat dan Indonesia adalah produsen gambir yang terbesar di dunia. Sampai sekarang gambir yang dihasilkan masih dalam bentuk mentah (produk primer) yang sebagian besar diekspor ke India, sedangkan pemakaian di dalam negeri masih terbatas untuk ramuan makan sirih, penyamak dan zat warna batik.
Untuk meningkatkan nilai tambah gambir telah dilakukan berbagai penelitian yang meliputi aspek pengolahan gambir menjadi produk sekunder seperti : gambir murni, gambir terstandardisasi, katekin dan alkaloid gambir. Selanjutnya produk turunan dari gambir ini diuji bioaktivitasnya sebagai immunostimulan, antiulcer, antimikroba, antinematoda, antioksidan dan hepatoprotektor. Berbagai sediaan obat dan kosmetik juga telah diformulasi dari produk turunan gambir, antara lain: tablet antidiare, kapsul untuk haemorrhoid, tablet isap, tablet buih, obat kumur, gel dan krim untuk antiacne dan antiaging, shampo untuk antiketombe, pasta gigi, sabun transparan. Produk yang telah mendapat izin untuk dipasarkan adalah Katevit yang merupakan minuman kesehatan sebagai antiradikal bebas. Selain itu, juga telah dicoba memanfaatkan gambir dan turunannya sebagai pengawet kayu, pereaksi logam, dan “tinta pemilu”.

2. Kajian Bioaktivitas Metabolit Sekunder Tanaman Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) (Rubiaceae) Sebagai Insektisida Nabati Untuk Menunjang Program Pengendalian Hama Terpadu Pada Tanaman Kubis

Arneti dan Adlis Santoni
ABSTRAK
Study bioactivity of secondary metabolit from Gambir (Uncaria gambir) as botanical insecticides for Integrated Pest Management . Plant extracts were obtained by maseration method using methanol. The extracts were bioassayed to the second instar larva C. pavonana to evaluate the antifeedant, mortality, eggs laid, and growth regulation activity. Extracts of U. gambir have high antifeedant activity at 1-5% by reducing larval feeding 21,20-72,20% in no choice test, mortality of larvae 12,22-33,16%, eggs laid of moth reduced by 40,2-87,6%. Extract of U. gambir prolonged the development of larvae 0,78-1,02 days.
Key Words: Antifeedant, mortality, Uncaria gambir, C, pavonana

3. PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN
BIBIT GAMBIR (Uncaria gambir Roxb). The Effect of Light Intensity on The Growth of gambia (Uncaria Gambir Roxb)

Istino Ferita, Nasrez Akhir, Hamda Fauza, dan Ermi Syofyanti *)

Abstract

The experiment about the effect of light intensity on the growth of gambir (Uncaria gambir Roxb) was conducted at Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh Padang, from October 2006 to January 2007. The purpose of this experiment was to get the best of light intensity on the growth of gambir. The treatment were arranged according to Completely Randomized Design (CRD) with four treatment and three replication. Data were analyzed by using F test, then continued with Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) at 5% level. The treatment were : 100% light intensity, 75% light intensity, 50% light intensity, and 25% light intensity. The result this experiment showed percentage of 100%, 75%, 50%, and 25% light intensity as same as relativity on growth

Key words : Light intensity, gambir

4. PERTUMBUHAN PLANTLET GAMBIR
PADA BEBERAPA LEVEL SITOKININ SECARA IN VITRO
Reni Mayerni

ABSTRAK

Percobaan ini telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang. Percobaan ini dimulai dari bulan Agustus sampai Desember 2005.
Tujuan percobaan ini adalah adalah untuk mendapatkan konsentrasi Sitokinin (BAP) yang tepat guna mendorong pertunasan planlet gambir.
Percobaan ini disusun menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan adalah : level konsentrasi BAP (B) yaitu : 0 mg/l =(b0); 1 mg/l =(b1); 2 mg/l =(b2); 3 mg/l = (b3); 4 mg/l =(b4); 5 mg/l =(b5).
Pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh BAP 2, 3, 4 dan mg/l memberikan persentase tumbuh eksplan, kontaminasi paling sedikit, jumlah tunas terbanyak, dan tinggi eksplant tertinggi terbaik berturut-turut 53,3 %, 46,7%, 5,7 buah, dan 1,7 cm dibandingkan dengan tanpa pemberian BAP, konsentrasi 1 mg/l dan 5 mg/l.

Keyword : Plantlet, Uncaria gambir, in vitro, Sitokinin.

5. PENGARUH JENIS WADAH PENYIMPANAN
TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR
BENIH GAMBIR (Uncaria gambir Roxb)

Reni Mayerni, Zulfadly Syarif, Astri Dewi

ABSTRAK

Penelitian tentang pengaruh jenis wadah penyimpanan terhadap viabilitas dan vigor benih gambir (Uncaria gambir Roxb) telah dilaksanakan di Laboratorium BDP Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2007. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan wadah penyimpanan benih yang terbaik untuk perkecambahan benih gambir.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, dimana masing-masing perlakuan adalah aluminium foil (A), amplop putih (B), amplop dari kertas semen (C) dan botol kaca (D), serta benih yang digunakan berumur 6 minggu setelah disimpan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F dan bila F hitung perlakuan yang berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5 %.
Hasil percobaan menunjukkan dengan penggunaan jenis wadah penyimpanan benih yang berbeda memberikan respon yang hampir sama terhadap semua parameter yang diamati. Wadah penyimpanan amplop putih memberikan daya berkecambah yang lebih baik yaitu 84,33 %.
Key Word: Uncaria gambir, wadah penyimpanan, benih.

6. POTENSI EKSTRAK GAMBIR SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN

Rindit Pambayun*), Murdijati Gardjito**), Slamet Sudarmadji**), dan Kapti Rahayu Kuswanto**)
*) Staf Pengajar Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Sriwijaya, Palembang, Mahasiswa S-3Program Studi Ilmu Pangan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, dan **) Tim Promotor

SUMMARY

Through out the serial researchs, from extraction to identification using several methods, it was known that gambir extract using various of solvents (chloroform, chloroform-ethylacetate (1:1), ethylacetate, ethylacetate-ethanol (1:1), ethanol, and ethanol-water (1:1) contained phenolic substance, i.e. cathchin, which had antibacterial properties, especially for Gram-posotove bacteria. From several extracts, ethylacetate extract gave the highest phenolic compounds as well as catechin.
Observation of antibacterial characteristics showed that cathecin cathegorized as bactericide, not bacteriostatic. From the three kinds of Gram-positive bacteria, Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus, and Bacillus subtilis, the most sensitives to cathecin was Sterptpcoccus mutans, followed by Staphylococcus aureus, and Bacillus subtilis.
Beside for bacterial inhibition, gambir extract could be useful for antioxidant. It’s proved that antioxidative characteristic of extract gambir higher than that of synthetic antioxydative, BHT as well as rutin.

7. ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI GAMBIR
DI KENAGARIAN SIMPANG KAPUK KABUPATEN 50 KOTA

Oleh : Hasnah
Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbandingan tingkat efisiensi teknis antara petani yang mengolah lahan gambir secara kontinyu dan yang tidak kontinyu. (2) Menganalisis pengaruh keterlibatan tenaga kerja wanita terhadap efisiensi tekhnis usahatani gambir .
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa:Tingkat efisiensi teknis lahan gambir yang diolah secara kontinyu lebih tinggi (0.74) dari lahan yang tidak diolah secara kontinyu (0.45). Hal ini memperlihatkan bahwa pemeliharaan adalah faktor yang sangat penting dalam meningkatkan produksi gambir. Tenaga kerja wanita akan bekerja lebih baik jika mereka bekerja untuk mendapatkan imbalan ekonomi, namun tidak ada perbedaan yang significant dalam efisiensi teknis antara tenaga kerja wanita dan laki-laki
Dari hasil penelitian tersebut dapat disarankan bahwa perlu adanya perhatian pemerintah untuk mengatasi permasalahan harga gambir yang berfluktuasi dan memberikan dukungan modal bagi petani agar selalu mampu mengolah lahannya secara kontinyu walaupun pada saat harga jual rendah.

8. KONSERVASI PLASMA NUTFAH GAMBIR PADA BEBERAPA KONSENTRASI MANITOL
Warnita, Gustian, Aprizal Zainal dan Lily Syakriani*

Abstrak

Percobaan mengenai Konservasi Plasma Nutfah Gambir (Uncaria gambir Roxb.) secara in vitro pada beberapa konsentrasi Maanitol telah dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan Oktober 2005. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi Manitol yang terbaik paqda penyimpanan bahan perbanyakan gambir dalam rangka konservasi plasma nutfah.
Percobaan ini disusun menurut Rancang Acak Lengakap dengan 4 perlakuan dengan 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri atas 12 botol. Perlakuannya adalah konsentrasi manitol yaitu : 0.0, 2.0,. 4.0 dan 6.0 mg/l. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5 % jika berbeda nyata menurut uji F.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan 0.2 mg/l manitol ke dalam media terbaik untuk konservasi in vitro gambir.dengan tinggi plantlet 1.43 cm dan jumlah tunas 1.08.

Kata kunci : gambir, manitol, in vitro, konservasi, plasma nutfah

9.
Pengembangan Mesin Penekan Daun Gambir Untuk Pengolahan Daun Gambir Berkapasitas Tinggi

Hairul Abral1), Ramal Saleh2), Ibnu Fajri, Idham Eka Putra1), Mastariyanto Perdana1), Fernando M1) dan Teguh Waskita1)

1)Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Andalas, Padang
2)CV. Rasdi & Co., Padang

Abstrak

Tujuan utama dari pengembangan alat penekan daun gambir ini adalah untuk mengolah daun berkapasitas tinggi. Daun yang diolah berasal dari lahan kebun tanaman gambir dengan luas 200 ha. Untuk itu telah dikembangkan alat penekan daun dengan bantuan tenaga hidrolik yang dapat beroperasi secara kontinu selama 24 jam. Daun yang dipanaskan dengan uap panas dirancang mudah dan dapat cepat masuk ke dalam bagian penekan sehingga temperatur daun dapat dijaga tetap tinggi agar rendemen gambir dapat dioptimalkan. Daun panas ditekan oleh mesin hidrolik yang memiliki tekanan oli 250 bar. Alat yang dirancang sangat mudah dan lebih nyaman selama dalam penekanan daun.

Pengembangan konstruksi penekan daun versi pertama menggunakan sebuah silinder hidrolik dan sebuah motor hidrolik. Pada pengujian tahap pertama baru dapat dihasilkan rendemen di bawah 10% pada kondisi tekanan di daun sebesar 20 bar. Daun sebelum penekanan dipanaskan dengan uap panas selama 30 menit. Proses pengeringan gambir menggunakan lemari pengering dengan memanfaatkan udara kering berkelembaban relative (relative humidity, RH) 40%. Gambir dengan ketebalan rata-rata 1,7 cm sudah dapat dikeringkan dalam waktu kurang lebih 36 jam dan memiliki tampilan warna kuning.

Kata kunci: gambir, hidrolik, kelembaban relativ

10. KANDUNGAN CATECHIN PADA GAMBIR

Amos
PENELITI PADA P3TA – BPP TEKNOLOGI – JAKARTA

Abstraks

Komposisi kandungan kimia pada gambir saat ini mengacu pada hasil penelitian Thorpe and Whiteley (1921) dengan komposisi unsur utama catechin (7-33) dan asam catechu tannat (20-55)., secara keseluruhan komposisi gambir diuraikan sebagai berikut : catechin : 7-33%, asam catechu tannat : 20-55%, pyrocatechol : 20-30%, gambir fluoresensi : 1-3%, catechu merah : 3-5%, quersetin : 2-4%, fixed oil : 1-2%, lilin : 1-2%, alkaloid : sedikit.. Burkill (1935) juga mengacu pada hasil penelitian Thorpe dan Whiteley untuk komposisi kandungan kimia pada gambir. Nazir (2000) serta Amos dkk (2004) masih berpatokan pada komposisi kandungan kimia hasil penelitian Thorpe dan Whiteley (1921
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap beberapa produk gambir yang diolah masyarakat dari berbagai daerah sentral produksi gambir di Indonesia diperoleh kandungan catechin yang bervariasi dari 2,5% sampai dengan 95%. Komposisi kandungan kimia pada gambir sangat tergantung pada cara pengolahan atau perlakukan pengolahan yang diberikan pada daun gambir, masing masing daerah sentral produksi gambir di Indonesia memiliki cara pengolahan yang spesifik dan unik sehingga juga memberikan hasil kandungan kimia yang berbeda.
Oleh sebab itu saya berpendapat bahwa komposisi kandungan kimia gambir yang dianalisa oleh Thorpe dan Whiteley adalah berdasarkan pada hasil gambir yang diolah pada zaman tersebut yang dilakukan dengan cara pengolahan tertentu. Sehingga hasil analisa komposisi kandungan kimia gambir Thorpe dan Whiteley tidak bisa menjadi acuan umum kandungan gambir untuk seluruh gambir yang diproduksi atau diolah di Indonesia.

KAJIAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN GAMBIR
UNTUK OBAT-OBATAN DAN KOSMETIK

NOVIZAR NAZIR 1, RINI HAKIMI1, AMRI BAKHTIAR2
1) Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang
2) Fakultas MIPA Universitas Andalas Padang

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk : (1) Memetakan dan menganalisis tingkat aplikasi teknologi pada usaha pengolahan Gambir untuk tujuan obat-obatan dan kosmetik; (2) Menganalisis variasi mutu produk olahan gambir Sumatera Barat (3) Membangun sistem penunjang keputusan untuk memilih beberapa alternatif kebijakan peningkatan teknologi pengolahan gambir untuk obat-obatan dan kosmetik
Dari hasil penelitian disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: (1) Penelitian diversifikasi produk dari gambir yang memiliki prospek untuk dikembangkan sudah banyak dilakukan di Sumatera Barat (2) Ada sebanyak 198 paten mengenai pemanfaatan gambir yang sudah dipublikasikan di Amerika dan 27 produk berbahan baku gambir yang sudah dijual secara komersial secara global (3) Terdapat variasi mutu gambir dari beberapa tempat di Sumatera Barat, dimana sangat sedikit gambir yang memenuhi mutu I menurut SNI 01-3391-2000 (4) Teknologi merupakan faktor prioritas yang perlu dipertimbangkan dalam kebijakan peningkatan teknologi pengolahan gambir (5) aktor penting yang berpengaruh terhadap kebijakan peningkatan teknologi adalah Pemerintah Daerah (6) Tujuan prioritas kebijakan peningkatan teknologi pengolahan gambir bagi Pemda adalah peningkatan nilai tambah (7) alternatif kebijakan prioritas yang dipilih dalam peningkatan teknologi pengolahan gambir adalah pelatihan teknologi, transfer teknologi dan pilot project pengolahan gambir.

Keyword: gambir, kosmetik, obat-obatan, sistem penunjang keputusan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: